Jumat, 28 September 2012

perintah DOS & linux

copy(DOS) dan cp(linux)
Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter, yakni parameter sumber berkas dan tujuan ke mana berkas akan disalin.

del(DOS) dan rm(linux)
Menghapus berkas yang ditentukan dalam parameter. Parameter dapat berupa nama berkas atau beberapa nama berkas yang disusun menggunakan karakter wildcard.

move(DOS) dan mv(linux)
memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain.

ren(DOS) dan mv(linux)
Mengubah nama sebuah atau beberapa berkas (dengan menggunakan karakter wildcard).

type(DOS) dan more/less/cat(Linux)
Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke dalam standard output.

cls(DOS) dan clear(linux)
Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri layar. Perintah ini tidak memiliki parameter.

md(DOS) dan mkdir(linux)
untuk membuat direktori

rd(DOS) dan rmdir(linux)
untuk menghapus direktori

dir(DOS) dan ls(linux)
untuk menampilkan isi suatu direktori.

cd(pada linux dan DOS)
untuk pindah ke direktori tertentu.

shutdown /s(DOS) dan halt(linux)
Untuk shutdown

Bagian Hardisk


Seperti kita ketahui hardisk adalah tempat penyimpanan data dan dokumen, serta tempat System OS serta aplikasi program di install. Sebenarnya Hardisk dapat di golongkan dengan Memory, yaitu memory permanen, karena data dan dokumen yang tersimpan tidak akan hilang setelah komputer di matikan atau di offkan.
Didalam Hardisk terdapat beberapa komponen-komponen penting, dengan mengetahui komponen-komponen Hardisk ini kita dapat lebih memelihara hardisk kita agar dokumen dan data kita aman tersimpan di dalamnya. Sebab bila anda memiliki Data yang penting, maka bila hardisk anda rusak maka data andapun ikut rusak. Tapi bila Mother Board atau komponen lainnya rusak sementara hardisk tidak rusak, anda dapat mengganti komponen lainnya dan memasang hardisk anda tersebut dan data di dalamnya tetap aman.
Inilah beberapa komponen penting dari Hardisk :


Platter
Berbentuk sebuah Pelat atau piringan yang berfungsi sebagai penyimpan data.Berbentuk bulat,merupakan cakram padat,memiliki pola-pola magnetis pada pada sisi-sisi permukaanya.Platter terbuat dari metal yang mengandung jutaan magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnetic domain.Domain-domain ini diatur dalam satu atau dua arah untuk mewakili binary “1” dan “0”
Dalam piringan tersebut terdiri dari beberapa track, dan beberapa sector, dimana track dan sctor ini adalah tempat penyimpanan data serta file system. Misalnya hardisk kita berkapasitas 40 GB, bila di format kapasitasnya tidak sampai 40 Gb. karena harus ada trac dan sector yang dipakai untuk menyimpan ID pengenal dari formating hardisk tersebut.
Jumlah pelat dari masing-masing harddisk berbeda-beda,tergantung pada teknologi yang digunakan dan kapasitas yang dimiliki tiap harddisk.Untuk harddisk-harddisk keluaran terbaru,biasanya sebuah plat memiliki daya tampung 10 sampai 20 Gigabyte.Contohnya sebuah Harddisk berkapasitas 40 Gigabyte,biasanya terdiri dari dua buah plat yang masing-masing berkapasitas 20 Gigabyte.

Spindle
Spindle merupakan suatu poros tempat meletakan platter.Poros ini memiliki sebuah penggerak yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk yang disebut dengan spindle motor.Spimdle inilah yang berperan ikut dalam menentukan kualitas harddisk karena makin cepat putaranya,berarti makin bagus kualitas harddisknya.Satuan untuk mengukur perputaran adalah Rotation Per Minutes atau biasa disebut RPM.Ukuran yang sering kita dengar untuk kecepatan perputaran ini antara lain 5400 RPM,7200 RPM atau 10000 RPM.

Head
Piranti ini berfungsi untuk membaca data pada permukaan pelat dan merekam informasi ke dalamnya.Setiap pelat harddisk memiliki dua buah head.Satu di atas permukaan dan satunya lagi dibawah permukaan.
Head ini berupa piranti yang elektromagnetik yang ditempatkan pada permukaan pelat dan menempel pada sebuah slider.Slider melekat pada sebuah tangkai yang melekat pada actuator arms.Actuator arms dipasang mati pada poros actuator oleh suatu papan yang disebut dengan logic board.
Oleh karena itu pada saat hardisk bekerja tidak boleh ada guncangan atau getaran, karena head dapat menggesek piringan hardisk sehingga akan mengakibatkan Bad Sector, dan juga dapat menimbulkan kerusakan Head Harddisk sehingga hardisk tidak dapat lagi membaca Track dan Sector dari Hardisk.

Logic Board
Logic Board merupakan papan pengoperasian pada hardisk, dimana pada logic Board terdapat Bios Hardisk sehingga hardisk pada saat dihubungkan ke Mother Board secara otomatis mengenal hardisk tersebut, seperti Maxtor, Seagete dll. selain tempat Bios hardisk Logic Board juga tempat switch atau pendistribusian Power Supply dan data dari Head Hardisk ke mother Board untuk ki kontrol oleh Processor.

Actual Axis
Adalah poros untuk menjadi pegangan atau sebagai tangan robot agar Head dapat membaca sctor dari hardisk.

Ribbon Cable
Ribbon cable adalah penghubung antara Head dengan Logic Board, dimana setiap dokumen atau data yang di baca oleh Head akan di kirim ke Logic Board untuk selanjutnya di kirim ke Mother Board agar Processor dapat memproses data tersebut sesuai dengan input yang di terima.

IDE Conector
Adalah kabel penghubung antara hardisk dengan matherboard untuk mengirim atau menerima data.
Sekarang ini hardisk rata-rata sudah menggunakan system SATA sehingga tidak memerlukan kabel Pita (Cable IDE)

Setting Jumper
Setiap hardis memiliki setting jumper, fungsinya untuk menentukan kedudukan hardisk tersebut.
Bila pada komputer kita dipasang 2 buah hardisk, maka dengan menyeting Setting Jumper kita bisa menentukan mana hardisk Primer dan mana Hardisk Sekunder yang biasanya disebut Master dan Slave.
Master adalah hardisk utama tempat system di instal, sedangkan Slave adalah hardisk ke dua biasanya dibutuhkan untuk tempat penyimpanan dokumen dan data. Bila Jumper settingnya tidak di set, maka hardisk tersebut tidak akan bekerja.

Power Conector
Adalah sumber arus yang langsung dari power supply. Power supply pada hardisk ada dua bagian :
  1. Tegangan 12 Volt, berfungsi untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan Head.
  2. Tegangan 5 Volt, berfungsi untuk mesupply daya pada Logic Board agar dapat bekerja mengirim dan menerima data.
Demikianlah mengenai hardisk, semoga keterangan yang saya tuliskan ini dapat bermanfaat.


Gambar MOTHERBOARD


Keterangan dari gambar di atas :

A. Audio Ports
B. USB Ports
C. Firewire Ports
D. RJ45/Ethernet Ports
E. TV Tuner
F. PS2 Mouse and Keyboard Ports
G. P4 Socket
H. Cooling Tube Pipes
I. LGA CPU Socket
J. Memory (DIMM Slots)
K. Floppy Drive Controller
L. ATX 24pin Socket
M. Serial ATA Sockets
N. Northbridge Chipset
O. Southbridge Chipset
P. IDE Controller
Q. PCI-express X1
R. AGP
S. PCI
T. PCI-express X16
U. CMOS Battery
V. BIOS
W. Front Panel Connectors


Keterangan :

A. Primary and Secondary IIDE Controllers
B. ROM/BIOS
C. ISA slots
D. CMOS Battery
E. PCI slots
F. DIN/5 Keyboard Connector
G. AT Socket
H. ATX Socket
I. DIMM Slots
J. SIMM Slots
K. Chipset
L. L2 Cache
M.CPU Socket
N. Floppy Drive Controller
O.LPT Connector
P.COM Connector

Rabu, 26 September 2012

MENGECEK TROUBLE SHOOTING


1) Mematikan, Me-restart dan melakukan Stand-by Mode pada Komputer
Pada Windows, terdapat cara-cara tertentu untuk mematikan komputer.
Mematikan dan Me-Restart Komputer
Klik pada tombol Start, yang akan diikuti oleh tampilnya Start Menu.
Klik pada Shutdown yang akan diikuti oleh tampilnya kotak dialog Shut Down Windows. Pilihlah Shut Down untuk mematikan komputer dan Re-Start untuk me-restart. Lalu klik OK.
Melakukan Stand-By
Ketika komputer anda berada pada kondisi Stand-by Mode, maka komputer anda akan menghabiskan energi listrik yang lebih sedikit, akan tetapi dapat di nyalakan kembali secara cepat. Klik pada tombol Start, yang akan diikuti oleh tampilnya Start Menu. Klik pada Shutdown yang akan diikuti oleh tampilnya kotak dialog Shut Down Windows. Pilihlah Stand-by Mode lalu Klik OK.

2) Memulai Sebuah Program
Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai sebuah program:
- Klik pada tombol Start yang terletak pada bagian kiri bawah dari layar anda.
- Sorot pada Programs yang akan diikuti oleh munculnya Program Menu.
- Jika anda melihat ada tanda panah, artinya pada bagian itu terdapat menu bagian yang lain.
- Carilah program yang ingin anda jalankan dan klik pada program tersebut untuk memulainya.

3) Window (jendela dialog)
Jika anda membuka beberapa window pada waktu yang bersamaan, window yang berada paling atas ialah window yang terfocus. Anda hanya dapat berinterkasi dengan window yang terfocus. Untuk mengubah focus dari window window terdapat 3 cara yaitu :
- Klik dimana saja pada window yang anda focuskan.
- Tekan Alt-Tab tanpa melepasnya, lalu pilihlah window yang ingin anda fokuskan.
- Semua window yang sedang active ditampilkan pada taskbar. Klik pada tombol window yang berada pada taskbar untuk memberi focus pada window tersebut.
Untuk menggerakkan sebuah window pada desktop anda, klik kiri pada title bar window tersebut tanpa melepaskannya, lalu gerakan window tersebut ke tempat yang diinginkan.

4) Menemukan file/direktori dengan cepat
Ada saatnya ketika kita ingin bekerja dengan suatu file atau direktori, dan terlupa dimana file atau direktory anda tersimpan. Untuk mengatasi hal ini Windows menyediakan fasilitas Search yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Klik pada tombol Start.
- Sorotlah Find.
- Sorotlah Files or Folders.
- Tekan Enter. Setelah kotak dialog muncul, isilah nama file/isi teks dari file atau direktori yang anda cari.

5) Dekstop Shourtcut
Desktop shourtcut, biasanya dilambangkan dengan sebuah icon. Icon adalah sebuah file kecil yang mewakili sebuah program, file, direktori, dokumen atau alamat internet. Icon terletak pada desktop. Dengan melakukan double klik (klik dua kali secara cepat) sebuat shourtcut icon, anda akan dibawa langsung ke object yang di wakilkan oleh shourtcut tersebut. Shourtcut hanyalah sebuah penunjuk, sehingga menghapus shourtcut tidak akan menghapus program, file, direktori, dokumen atau alamat internet yang di wakilkan. Untuk membuat sebuah desktop shourtcut dari item start menu dapat diikuti langkah-langkah berikut : Klik pada start menu dan temukan item yang ingin anda buat shortcutnya. Klik kanan pada item tersebut tanpa melepasnya dan bawa item tersebut ke desktop anda. Untuk membuat sebuah desktop shourtcut dari item Windows Explorer dapat diikuti langkah-langkah berikut : Bukalah Windows Explorer. Temukan item yang akan dibuat shortcutnya pada Windows Explorer tersebut. Klik kanan pada item tersebut lalu sorot Send to pilih pada desktop (create  shourtcut). Untuk membuat dekstop shourtcut dari alamat internet, dapat dilakukan dengan meng-klik kiri pada link yang ingin anda buat shortcutnya, tanpa melepaskan gerakkan dan lepaskan klik-an pada desktop.

6) Setting Hari ,Tanggal, dan Waktu
Untuk mengubah setting hari dan tanggal, langkah-langkahnya ialah sebagai berikut :
  • Klik pada Start Menu à Settings à Control Panel à Date/Time.Kotak dialog Date/Time Properties
  • Frame Date digunakan untuk memilih bulan dan tahun.
  • Time Field digunakan untuk merubah waktu ( jam, menit, detik dan AM/PM ).
  • Pilihlah time zone yang bener sesuai dengan tempat tinggal anda.
  • Klik Apply lalu klik OK.

7) Display Properties
Dispaly adalah salah satu fasilitas windows untuk merubah watak display sesuai yang diinginkan oleh user. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan terkait pengaturan display melalui display properties ini:
  • Mengubah Setting Wallpaper (Background dari Dekstop/ Windows)
  • Mengubah Setting Screen Saver
  • Screen Saver ialah animasi atau tampilan pada layar jika dalam selang waktu tertentu keyboard atau mouse tidak disentuh.
  • Mengubah Tampilan Layar (Appearance)
  • Mengubah Setting Performa Layar (memperkecil/memperbesar layar, memperhalus pixel dll)

Bagaimana untuk masuk ke display properties? Ada 2 cara :
a) Klik Kanan pada Background Dekstop à Properties
b) Start menu à Settings à Control Panel à Display

8) Mematikan program yang membeku
Ketika anda bekerja dengan suatu program, tidak selamanya program tersebut bekerja dengan baik. Ada kalanya program tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tidak dapat menerima perintah-perintah dari pemakai. Dalam keadaan ini dikatakan bahwa program itu telah membeku atau biasa kita sebut dengan istilah “Hang”. Pada umumnya tidak ada cara untuk memperbaiki program yang “Hang”, tetapi anda dapat mematikan program tersebut secara paksa. Berikut adalah langkah-langkahnya : Tekanlah Ctrl+Alt+Del pada keyboard secara bersamaan, maka akan muncul dialog box. mematikan program yang membeku
Untuk mematikan program, pilihlah nama program yang akan dimatikan, lalu tekan tombol “End Task”.
Ada kalanya, sebuah program yang membeku menyebabkan seluruh komputer anda membeku sehingga ketika anda menekan Ctrl+Alt+Del, dialog box diatas tidak muncul. Cara untuk mengatasi hal tersebut
adalah dengan cara me-restart (reset) komputer anda. (Lihatlah kembali cara me-restart komputer dengan benar pada pembahasan sebelumnya.

9) Menghapus Program dari Windows
Menghapus program adalah bagian yang sangat penting dalam Windows karena hal ini sangatlah sering kita gunakan. Cara untuk menghapus suatu program, dapat diikuti langkah berikut, pilihlah: Start Menu à Control Panel à Add/Remove Program, maka akan muncul kotak dalog. Kotak dialog Add and Remove Program
Pilihlah program yang ingin dihapus. Lalu tekan Add/Remove. Sebenarnya dengan menggunakan fasilitas ini, anda pun dapat menginstall sebuah program ke komputer anda.

10) Memperbaiki Kerusakan pada Disk
Kerusakan yang terjadi pada sebuah disk akan sangat mempengaruhi performa dari disk tersebut. Akan tetapi, sungguh beruntung karena kerusakan yang terjadi pada disk sebagian besar adalah kerusakan
yang tidak serius, yang masih dapat dengan mudah diperbaiki dengan program perbaikan disk.
Dengan menggunakan Microsoft Windows 98, dapat diperbaiki kerusakan-kerusakan disk yang ringan. Untuk memperbaikinya dapat diikuti langkah-langkah berikut :
  • Bukalah My Computer atau Windows Explorer
  • Klik kanan pada drive tujuan (yang akan diperbaiki) dan pilihlah Properties.
  • Lalu Klik tab Tools.
  • Pilih “Check Now” pada bagian Error Checking.
  • Dengan memilih Automaticaly fix file system errors windows akan secara otomatis memperbaiki setiap kerusakan yang ditemuinya.

11) Men-Defrag Hardisk
Secara normal, komputer menyimpan data pada hardisk secara continue. Akan tetapi, pada keadaan tertentu komputer menyimpan data tersebut secara terpecah-pecah. Dalam keadaan seperti ini, komputer akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membaca data dari hardisk. Untuk menyatukan data yang terpecah-pecah menjadi data yang continue, gunakanlah program defragmentasi. Untuk mengoperasikan program Defragmentasi pada Windows dapat diikuti langkah-langkah berikut : 
  • Bukalah windows explorer, pilih drive mana yang akan anda defrag. Misalnya C:/
  • Sorot drive yang anda pilih, lalu tekan/klik bagian kanan mouse yang anda gunakan.
  • Pilih properties
  • Setelah muncul kotak dialog properties tab ke bagian tools
  • Selanjutnya pilih menu defragment now.

Mempercepat Booting Komputer


Sebelum ke Tutorial ada baiknya sobat memahami apa itu booting. Booting adalah proses mengaktifkan komputer sampai diambil alih oleh sistem operasi, yang disebut juga dengan istilah bootstrap.

Jika sudah sobat mengerti apa itu Booting selanjutnya ikuti langkah berikut untuk percepat booting windows Xp sobat.

1. Pertama Buatlah sebuah file dengan menggunakan notepad dan ketikan code file berikut "del c: \ windows \ prefetch \ ntosboot-*.* / q" (tanpa tanda petik) kemudian simpan ke Drive C:\ dengan nama file nya "ntosboot.bat".
2. Klik logo Windows+R kemudian ketik "gpedit.msc" lalu cari "Windows Settings" pada "Computer Configuration" Lihat gambar :


3. klik 2 kali pada "shutdown" kemudian akan muncul jendela baru pilih Add dan kemudian browse file "ntosboot.bat" tadi yang sudah dibuat.

4. Jika sudah sekarang klik kembali logo Windows+R dan ketikan "devmgmt.msc" tanpa tanda petik "IDE ATA / ATAPI controllers",

klik 2 kali pada Primary IDE Chanel lalu Pilih "Advanced Settings" pada tab lihat gambar :


Pada Device 1 pilih "None" lalu klik Ok.

5. Selanjutnya Klik pada Secondary IDE Chanel dan ulangi langkah pada No4.

Selesai Silahkan Restart komputer sobat :)

PERAWATAN SOFTWARE


Low level
format digunakan untuk melakukan konfigurasi ulang pada hard disk
meliputi pengaturan head, cylender, dan sector. Low level format
merupakan format dari segi fisik. Untuk masing-masing merk hard disk
memiliki program tersendiri untuk low level format. Untuk merk
Seagete mengggunakan SGATFMT4, Quantum menggunkan zerrofill
atau zdisk, maxtor dengan mud dan untuk western digital dengan
wd_diag.

Scandisk
adalah tool yang digunakan untuk memeriksa struktur file
sistem, tabel lokasi file (file allocation table), dan dapat untuk
mengetahui ada tidaknya bad sector. Scandisk akan berjalan dengan
otomatis setiap start jika komputer tidak dimatikan dengan benar atau
terjadi kegagalan listrik.

Disk defragmenter
adalah tool yang digunakan untuk mengatur
struktur atau tata letak file sehingga akan mengurangi fragmentasi
sebuah space hard disk. Disk defragmenter perlu dilakukan secara
berkala hal ini akan meningkatkan performa sistem dan ruang hard
disk. Berikut contoh hasil proses disk defragmenter, dapat dilihat
perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan disk defragmenter.


Gambar di atas menerangkan bahwa file yang telah
terfragmentasi menjadi 0% atau telah hilang dan susunan ruang
kosong pada hard disk sudah tertata dengan rapi.


Hard disk
Kondisi hard disk dapat dilihat dari dua sisi yaitu software dan
hardware. Namun untuk keakuratan dan ketepatan lebih baik jika
digunakan software. Dari sisi hardware hanya dapat diketahui kondisi
hard disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari suara hard
disk yang mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software
dapat diketahui kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi
kondisi ruang kosong hard disk, fragmentasi file, dan ada tidaknya bad 36 sector pada hard disk. Untuk mengetahui kondisi hard disk dapat
digunakan tool yang sudah tersedia dalam sistem operasi windows,
yaitu scandisk dan disk defragmenter.

 VGA Card
Kondisi yang perlu diperhatikan untuk VGA Card yaitu dengan
memperhatikan putaran fan pada chipset VGA card tetap lancar tanpa
ada bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi software dapat
digunakan tool direct X, dengan tool ini dapat diketahui ada trouble
atau tidak.


Memori
Untuk memastikan RAM terpasang dengan benar pastikan tidak
adanya bunyi 1,2,dan 3 beep untuk AMI bios, 1-4-1, 14-2, atau 2 beep
untuk bios phoenix. Selanjutnya setelah setelah sistem dapat berjalan
dengan normal hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan
memori oleh sistem. Dengan sebuah tool seperti freeRAM xp pro dapat
diketahui kondisi ruang kosong dari RAM, dengan tool ini dapat
dilakukan penyegaran terhadap RAM atau pembersihan RAM dari
program yang tak terpakai sehingga RAM dapat bekerja optimal.


Device manger
Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi komponen PC
secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah dapat
dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak mengalami trouble
pada drivernya. Device manager juga dapat digunakan untuk
menghidupkan dan mematikan komponen untuk keperluan tertentu.
Dari device manager inilah dapat dilakukan update driver.


Scandisk
Scandisk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan system,
meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya bad sector
dalam hard disk. Tool ini akan otomatis dijalankan saat start ketika
terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau salah menekan
tombol power.




Lama Pemakaian Komputer


Mungkin ada diantara teman-teman yang sering tidak mengecek lama pemakaian komputer anda. Atau sudah berapa lama komputer terpakai. Dengan mengetahui lama pemakaian komputer, bisa membantu kita untuk mengistirahatkan (shutdown) komputer. Agar komputer anda bisa kembali dingin dan mudah-mudahan komputer bisa awet.

Lama waktu pemakaian komputer dihitung mulai dari komputer start (booting) hingga saat anda melakukan pengecekan lama pemkaian.

Untuk mengetahui lama pemakaian komputer, bisa lakukan prosedur berikut:

1. Pada start menu, pilih Start -> Run
ketik cmd
Klik tombol OK



2. Akan muncul commad prompt

3. Ketik systeminfo
kemudian tekan enter


4. Akan terlihat lama pemakaian komputer
(dalam contoh ini, lama pemakaian komputer saya adalah 6 jam 47 menit 22 detik)

Lihatlah berapa lama pemakaian komputer anda........!!!!